Dalam bahasa Inggris, membuat kalimat yang benar tidak hanya bergantung pada pilihan kata, tetapi juga pada kesesuaian antara subjek dan kata kerja. Salah satu aturan penting yang perlu dipahami adalah subject-verb agreement, yaitu aturan yang mengatur agar subjek dan verb dalam kalimat memiliki bentuk yang sesuai.
Materi ini sering muncul dalam pembelajaran grammar, soal bahasa Inggris, maupun penggunaan sehari-hari. Dengan memahami subject-verb agreement, siswa dapat membuat kalimat yang lebih tepat, baik saat menulis maupun berbicara dalam bahasa Inggris.
Mengapa Subject-Verb Agreement Penting?
Subject-verb agreement penting dipahami karena aturan ini membantu kalimat bahasa Inggris menjadi benar secara grammar. Jika subjek dan verb tidak sesuai, kalimat bisa terdengar janggal dan maknanya kurang jelas.
Selain itu, materi ini juga sering muncul dalam soal bahasa Inggris, terutama pada bagian grammar, error recognition, dan sentence completion. Dengan memahami subject-verb agreement, siswa akan lebih mudah menentukan bentuk verb yang tepat sesuai dengan subjek dalam kalimat.
Rumus Subject-Verb Agreement

Rumus subject-verb agreement digunakan untuk menyesuaikan bentuk subjek dengan kata kerja dalam kalimat. Secara sederhana, jika subjeknya tunggal, maka verb harus mengikuti bentuk tunggal. Jika subjeknya jamak, maka verb juga harus mengikuti bentuk jamak.
1. Singular Subject + Singular Verb
Rumus ini digunakan ketika subjek dalam kalimat berjumlah satu atau tunggal. Pada simple present tense, verb biasanya ditambah -s atau -es.
Rumus:
Singular Subject + Verb-s/es
Contoh:
She reads a book every night.
He goes to school by bus.
2. Plural Subject + Plural Verb
Rumus ini digunakan ketika subjek dalam kalimat berjumlah lebih dari satu atau jamak. Untuk subjek jamak, verb menggunakan bentuk dasar tanpa tambahan -s atau -es.
Rumus:
Plural Subject + Verb 1
Contoh:
They read books every night.
The students go to school by bus.
3. Subject + To Be
Subject-verb agreement juga berlaku pada penggunaan to be. Subjek tunggal menggunakan is, sedangkan subjek jamak menggunakan are. Untuk subjek I, to be yang digunakan adalah am.
Rumus:
I + am
He/She/It + is
You/We/They + are
Contoh:
I am a student.
She is my sister.
They are in the classroom.
Aturan Subject-Verb Agreement
Selain rumus dasar, subject-verb agreement juga memiliki beberapa aturan yang perlu diperhatikan. Aturan ini membantu menentukan bentuk verb yang tepat, terutama ketika subjek dalam kalimat tidak selalu terlihat sederhana.
1. Subjek Tunggal Menggunakan Verb Tunggal
Jika subjek dalam kalimat berbentuk tunggal, maka verb yang digunakan juga harus menyesuaikan. Pada simple present tense, verb biasanya mendapat tambahan -s atau -es.
Contoh:
The student studies English every day.
My father works in an office.
2. Subjek Jamak Menggunakan Verb Dasar
Jika subjek berbentuk jamak, verb yang digunakan adalah bentuk dasar tanpa tambahan -s atau -es.
Contoh:
The students study English every day.
My friends work in an office.
3. I dan You Menggunakan Verb Dasar
Subjek I dan you menggunakan verb dasar dalam simple present tense. Jadi, verb tidak ditambah -s atau -es.
Contoh:
I like music.
You speak English well.
4. Subjek dengan And Biasanya Dianggap Jamak
Jika dua subjek dihubungkan dengan and, maka subjek tersebut biasanya dianggap jamak. Karena itu, verb yang digunakan adalah verb dasar.
Contoh:
Rina and Budi study together.
My brother and sister play badminton.
5. Subjek dengan Or/Nor Mengikuti Subjek Terdekat
Jika subjek dihubungkan dengan or atau nor, bentuk verb mengikuti subjek yang paling dekat dengan verb.
Contoh:
Either the teacher or the students are in the classroom.
Either the students or the teacher is in the classroom.
6. Frasa Tambahan Tidak Mengubah Verb
Kadang ada frasa tambahan di antara subjek dan verb, seperti with, along with, together with, as well as, atau including. Frasa ini tidak mengubah bentuk verb karena verb tetap mengikuti subjek utama.
Contoh:
The boy with his friends is playing football.
The teacher, along with the students, is in the hall.
7. Indefinite Pronoun Memiliki Aturan Khusus
Beberapa indefinite pronoun seperti everyone, someone, anyone, nobody, each, dan everybody dianggap tunggal, sehingga menggunakan verb tunggal.
Contoh:
Everyone needs help sometimes.
Each student has a book.
8. Collective Noun Bisa Tunggal atau Jamak
Collective noun seperti team, family, class, dan committee bisa dianggap tunggal jika dilihat sebagai satu kesatuan. Namun, dalam beberapa konteks, bisa dianggap jamak jika menekankan anggota-anggotanya.
Contoh:
The team is ready for the match.
The team are discussing their opinions.
9. Gerund sebagai Subjek Dianggap Tunggal
Jika subjek berupa gerund atau kata kerja berakhiran -ing, maka biasanya dianggap tunggal.
Contoh:
Swimming is good for health.
Reading books helps students improve vocabulary.
10. Judul Buku, Film, atau Nama Karya Dianggap Tunggal
Walaupun judul terlihat jamak, jika merujuk pada satu karya, verb yang digunakan tetap tunggal.
Contoh:
The Chronicles of Narnia is a famous book series.
11. Nama Mata Pelajaran Dianggap Tunggal
Beberapa nama pelajaran yang berakhiran -s, seperti mathematics dan physics, tetap dianggap tunggal.
Contoh:
Mathematics is difficult for some students.
Physics is an interesting subject.
12. Kata Ukuran, Jarak, Waktu, dan Jumlah Uang Bisa Dianggap Tunggal
Jika menyatakan satu kesatuan jumlah, maka menggunakan verb tunggal.
Contoh:
Ten dollars is enough for lunch.
Five years is a long time.
Contoh Subject-Verb Agreement dalam Kalimat
Agar lebih mudah memahami penggunaan subject-verb agreement, berikut beberapa contoh kalimat yang menunjukkan kesesuaian antara subjek dan verb. Perhatikan bahwa bentuk verb dapat berubah tergantung apakah subjeknya tunggal, jamak, atau memiliki aturan khusus.
1. Singular Subject
She writes a letter every week.
Artinya, subjek she berbentuk tunggal, sehingga verb write berubah menjadi writes.
2. Plural Subject
They write letters every week.
Subjek they berbentuk jamak, sehingga verb yang digunakan adalah write tanpa tambahan -s atau -es.
3. Subject dengan To Be
He is a diligent student.
Subjek he menggunakan to be is karena termasuk subjek tunggal.
The students are in the laboratory.
Subjek the students berbentuk jamak, sehingga menggunakan to be are.
4. Subject dengan And
Rani and Dika study English together.
Dua subjek yang dihubungkan dengan and dianggap jamak, sehingga verb yang digunakan adalah study.
5. Subject dengan Or
Either the teacher or the students are ready.
Verb are mengikuti subjek terdekat, yaitu the students yang berbentuk jamak.
6. Indefinite Pronoun
Everyone needs clean water.
Kata everyone dianggap tunggal, sehingga verb need berubah menjadi needs.
7. Gerund sebagai Subject
Learning English takes time.
Subjek berupa gerund learning English dianggap tunggal, sehingga verb yang digunakan adalah takes.
8. Frasa Tambahan di Antara Subject dan Verb
The girl with her friends is waiting outside.
Verb is tetap mengikuti subjek utama the girl, bukan her friends.
Subject-verb agreement adalah aturan penting dalam bahasa Inggris yang mengatur kesesuaian antara subjek dan kata kerja dalam kalimat. Dengan memahami rumus, aturan, serta contoh penggunaannya, siswa dapat lebih mudah menentukan apakah verb harus berbentuk tunggal, jamak, atau menggunakan to be tertentu. Materi ini sangat berguna untuk meningkatkan kemampuan grammar, baik dalam menulis, berbicara, maupun mengerjakan soal bahasa Inggris.




